Slip Tilang Merah VS Biru


Di Indonesia pelanggaran lalu lintas selalu menjadi bahan pembicaraan yang hangat, tidak jarang masyarakat yang terkena tilang dendam kepada petugas lalu lintas.Selain itu, masyarakat juga banyak yang belum paham dengan blangko/slip tilang yang biasa disodorkan petugas. Kebanyakan kita pasrah, tanpa tahu arti dari slip tilang tersebut.

Ada 2 macam warna dari slip tilang, yaitu merah dan biru. Keduanya mempunyai makna yang berbeda sehingga mekanisme cara pembayaran dendanya pun juga berbeda.

1. SLIP MERAH

Surat/Blangko tilang ini diberikan apabila terjadi kesalahan di jalan raya dan pengendara yang bersangkutan tersebut tidak mengakui kesalahannya (mangkir) yang disebutkan oleh petugas lalu lintas dan akan dikenakan denda sesuai dengan beratnya kesalahan yang telah dilakukan melalui proses pengadilan. Biasanya ketika diminta ke pengadilan banyak pengendara memilih untuk membayar di tempat.

2. SLIP BIRU

Surat tilang ini diberikan apabila terjadi kesalah di jalan raya dan pengendara mengakui kesalahannya yang disebutkan oleh petugas lalu lintas dan dikenakan denda maksimal serta dapat dibayarkan melalui Bank yang ditunjuk tanpa harus melalui proses pengadilan.Jadi jika kamu kena tilang dan mengakui bahwa telah melanggar aturan lalulintas, mintalah slip biru dan bukan slip merah.

Memang ada sedikit kekhawatiran mengenai SLIP BIRU ini. Pertama, masalah besarnya denda. Para pengendara yang kena tilang dan minta slip biru, besaran denda biasanya akan diberikan yang maksimal, dan kita tahu berdasarkan peraturan lalu lintas yang terbaru, besaran denda ninimal seratus ribu rupiah (tergantung jenis pelanggaran). Oleh karena itu, sebelum berani melanggar peraturan lalu lintas ada baiknya kita tahu yang akan kita terima.  Yang kedua, polisi sepertinya enggan mengeluarkan jenis slip ini, karena kita membayar langsung dan masuk ke kas negara. Untuk yang satu ini, kita dapat memfoto petugas tersebut kemudian segera laporkan ke Direktorat Lalu Lintas Polda terdekat.

6 Comments

  1. Erwan

    March 20, 2012 at 6:55 am

    kalo memang kayak gini lebih baik minta slip biro toh kalo di total2 dari pada lewat sidang yang menghabiskan waktu, dll. Mending kita minta slip biru sudah jelas uang tilangnya masuk kas negara dan proses ga lama

  2. inggried

    March 20, 2012 at 11:14 am

    Untung ga pernah kena tilang…
    Tapi makasich info nya.. siapa tau kapan2 kena tilang..
    hehehe…

  3. Cendhika

    March 27, 2012 at 5:19 am

    Makasih infonya, tapi ngeri juga kalo kena denda maksimal. Yang minimal tapi masuk kas negara tanpa sidang slip apa dunk?

  4. Rizal

    March 27, 2012 at 8:52 am

    btw jarang yang ngerti warna mana yang harus kita terima.nice info

  5. Rainbow

    April 19, 2012 at 8:44 pm

    Fungsi slip biru sekarang sama saja dengan slip merah. Jika kita terlanjur dapat slip biru, kita tidak perlu titip ke BRI kalau mau ikut sidangnya. Kalau mau titip juga nggak papa, tapi harus balik lagi untuk ngambil sisa uang keputusan sidang. Dua kali kerja.

    Sistem birokrasi kita memang sudah bobrok. Buat apa coba peraturan yang memudahkan masyarakatnya diganti dengan peraturan yang berbelit-belit dan nggak masuk akal.

    Jangan mau bayar ditempat, karena itu berarti anda melestarikan budaya korupsi. Duitnya masuk ke perut tu polisi. Bulan lalu saya kena pasal 28 ayat 1 gara-gara dianggap lawan arah walaupun lewat pinngir jalan setapak ke pengadilan cuma kena Rp 25.000

  6. semelekete

    July 31, 2012 at 3:26 pm

    Jangan harap bisa dapet sLip biru sama bisa motho pak poL. Yang ada STNK ente ditahan ama tu poLisi trus ente diseret ke kantor buat nemuin komendannya. Disana gak usah tanya pa yang akan terjadi.
    POLISI=Preman pake seragam yang dibayar ma uang rakyat tapi masih maLakin rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>