Untuk memulai sebuah usaha, kita memang harus mencoba beberapa usaha sampai menemukan usaha yang memang sesuai dengan passion kita. Ya lebih baik gagal mencoba gagal mencoba, dan bisa menikmati proses itu. Seperti halnya Andy Afriadi, usaha kaos sablonnya bisa sampai ke Australia. ”Awalnya tidak kepikiran membuka usaha sablon kaos dengan nama Djaesoem, sebelumnya kita sebagai finishing undangan. Dari finishing undangan itu kita mencoba sablon kaos, setelah mencoba ternyata passion kita memang di kaos.”
Usaha yang dibangun tahun 2010 ini berawal dari dua orang saja, hingga kini sudah ada 9 orang yang melengkapi tim, itu dikarenakan proses yang makin lama berkembang. Saat ini di Djasoem ada beberapa divisi yang melengkapi seperti designer, produksi, marketing online. Dalam membuka usaha, pasti hal yang terpenting adalah servis terhadap customer, itulah yang juga dipahami pemuda kelahiran 1988 ini. ”Kita berusaha ketika ada customer kita kasih tau dulu bahannya, kualitasnya, kemudian nyablonnya sampe ke bugdet berapa kita tanya. Kemudian untuk design kita beri free, tidak ada batasan mau revisi berapa kali. Kita juga berusaha memenuhi deadline dengan cepat.”
Selain itu keistimewaan di Djasoem, untuk pemesanan, kita bisa meminta kaos kita agak berbeda dari model biasanya. Untuk ukuran standart yang diberikan adalah S, M, L dan XL. Namun, usaha yang berada di Jalan Tambak Boyo No.58, Condong Catur ini memberikan keistimewaan, untuk customer, dari ukuran standart, kita bisa minta dimodifikasi seperti lingkar dada dibuat lebih besar atau lengan tangan dibuat lebih panjang dsb. Dalam hal promosi, pemuda yang hobi badminton dan mancing ini, memang mengkhususkan hal promosi ditangani oleh bagian Account Excecutive. Di setiap harinya ada target untuk memberikan penawaran sekitar 100 penawaran. Selain itu juga ada marketing online di web, twitter, facebook, sampai cara sederhana dari mulut – ke mulut juga dilakukan tim Djasoem untuk promosi.
Alumni STIMIK AMIKOM ini, juga selalu berusaha memberi semangat kepada tim untuk berjuang bersama-sama. Biasanya tim Djasoem ini setiap hari jumat atau sabtu mengadakan kumpul bersama untuk mengevaluasi kerja tim baik kelebihan maupun kekurangan tiap minggunya, menentukan target – target selanjutnya. ”Aku bersyukur banget kalo aku punya tim yang solid ya. Jadi kalau seandainya dari tim aku ada yang sudah tidak disini ya minimal mereka mendapatkan basic ilmu untuk menjalankan bisnis serupa. Bagi ku Djasoem adalah wadah buat teman – teman memulai karir.”
Untuk teman-teman yang ingin membuat usaha, yang terpenting menurut pemuda yang juga pernah menjadi freelancer di Gurat Ungu ini adalah usaha itu sesuai dengan jiwa kita, jika tidak akan susah. Kita juga harus menyadari sesusah apapun, secapek apapun kalo kita senang dengan usaha itu, usaha itu pasti akan berkembang. Jadi kalo bisa aku bilang usaha kita itu berawal dari kesenangan kita dan hobi kita.
Study In Jogja : Karina Erika