Apa yang kita rasakan dari sebatang cokelat? Biasanya kita menikmati rasa manis, pahit, kadang juga ada variasi rasa susu atau kacang. Namun, bagaimana jika rasa jejamuan, seperti gula asam, kunyit, beras kencur, yang kita temukan pada sebatang cokelat? Bahan jamu yang menambah nikmat coklat ini bisa dihadiahkan sebagai salah satu oleh-oleh khas Jogja, yaitu Cokelat Roso. Meika Hazim, owner dari Cokelat Roso memang tertarik membuka usaha sejak kuliah, lebih tertarik lagi ketika diajak dua teman yang bisa dibilang chocolatier. “Saya merasa yakin melihat prospeknya ketika diajak berbisnis. Apalagi kami membuat cokelat dengan rasa yang unik dan bisa menjadi pilihan kuliner baru di Jogja.”
Indonesia termasuk salah satu penghasil cocoa terbesar didunia, menurut alumnus Strata Satu Universitas Islam Indonesia, Pertama, seharusnya kita termotivasi, untuk membuat sebuah produk coklat lokal. Kedua harusnya kita bisa mengambil packaging lokal wisdom untuk menggiatkan produksi cokelat yang tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah.
Sebagai brand baru di tengah masyarakat, tentunya awal kemunculan Cokelat Roso, agak susah dikenalkan ke masyarakat, terutama beberapa varian rasa cokelat yang tidak biasa seperti rasa jejamuan. Konsumen juga masih banyak yang membandingkannya dengan merek cokelat terdahulu. Tapi, ini justru jadi motivasi, terutama dalam memberikan kualitas, pelayanan terbaik, apalagi untuk orang – orang yang dare to try.
Mantan Diajeng tahun 2005 ini juga sempat merasa was-was untuk memulai bisnis. “Takut pasti ya, tapi semangat dan usaha yang membuat kuat, karena rejeki sudah ada yang atur ya jadi kita tinggal usaha dan ikthiar.” Tentunya setiap individu akan memiliki motivasi di dalam dirinya begitu pula dengan Meika, “Waktu kuliah aku mempunyai target – target pribadi. Semisal kalau mau kerja di tempat orang maksimal ya lima tahun, sehabis itu ya harus memulai bisnis.” terang perempuan yang pernah ikut serta dalam International Youth Exchange Program Asean and Japan 2008.
Dalam bisnis, pasti kita harus menjaga banyak hal yang ada, salah satunya kesolidan tim. Bagaimana Meika Hazim membuat timnya selalu solid? “Kesolidan tim ini PR yang tidak mudah. Kalau saya terapkan begini, 1 bulan sekali kita ada pengajian, lalu ada juga evaluasi, Ada satu rencana ni yang belum tercapai, yaitu berlibur bersama.” ungkap perempuan yang mengaku masih sulit untuk membagi waktu jika menjalankan beberapa usaha.
Perempuan kelahiran 30 tahun silam ini juga merasakan jika sekarang banyak orang mulai “melek” karena masih ada banyak peluang untuk membuat bisnis coklat. ” Ya sekarang jadi banyak orang yang lebih aware. Dengan munculnya banyak brand baru tinggal bagaimana kita mempertahankan. Ya mempertahankannya dengan cara terus berinovasi. Kita sudah punya rasa tradisional, yang mungkin beberapa orang sudah mencoba. Dari situ pasti orang bertanya ada rasa baru apalagi yang bisa dicoba.”
Mantan presenter TVRI Yogyakarta ini menceritakan saat ia sedang down biasanya take a break alias berhenti sejenak, dan santai terlebih dahulu jadi ada waktu untuk diri sendiri. Meika Hazim juga pernah membawa Cokelat Roso ke pameran di Singapura, ia memang berkeinginan untuk menerapkan sistem, sebagai oleh-oleh khas Jogja, Cokelat Roso yang termasuk produk ekslusif seperti Cokelat Jejamuan, hanya bisa di dapatkan di gerai Jalan Sultan Agung dan dititipkan di beberapa tempat. Ke depannya, sedang dikembangkan kemasan untuk versi nasional, agar bisa dinikmati oleh semua orang di seluruh daerah dan dapat djual di luar Jogja.
Semua yang ada di Cokelat Roso memang memiliki filosofi seperti tagline yang dibuat dengan tulisan tangan Meika yaitu Taste of Jogja. Meika memang ingin mengambil tema Kota Jogja. Semisal, tema Jogja sebagai Kota Pariwisata, lalu Keraton Jogja, Tugu Jogja, transpotasi lokal Jogja, dan sebagainya Menutup wawancara dengan tim Study In Jogja, Meika ingin menanyakan kepada para konsumennya, bagaimana rasa dari Cokelat Roso? Sudah oke? Kurang oke? dan ingin berterimakasih kepada konsumen yang sudah membeli, atau menyebarkan bahwa ada cokelat unik, yaitu Cokelat Roso.