Ketertarikan kita akan suatu hal, pasti berawal dari rasa penasaran akan keunikan hal tersebut. Seperti halnya Karlina Denistia, berawal dari menemukan keunikan Bahasa Inggris, alumnus Strata 1 Sastra Inggris, Sanata Dharama dengan IPK 3,93 ini ingin mengapai mimpinya untuk mengambil S 3 di bidang Bahasa Inggris.
“Waktu kelas 3 SD, cuma beda dua hufum ni, huruf A dan M, itu sudah beda arti. Waktu itu aku bilang I like monkey versus I am like monkey. Artinya udah bedakan? Aku suka monyet sama aku seperti monyet. Dari situlah aku jadi tertarik dan tidak pernah jenuh untuk belajar bahasa” Bahasa itu dinamis dan berkembang. Seperti pengamatan Karlina, dulu belum ada kata OTW, atau yang terbaru FYI. Dengan singkatan-singkatan, itu Karlina semakin tertarik lagi terhadap Bahasa Inggris, ia pun menganalisis kenapa singkatan itu bisa ada.
Membuat teman-teman di sekitar tertarik untuk menggunakan Bahasa Inggris, bukan karena tuntutan sekolah atau Kampus bukan perkara mudah . Perempuan kelahiran tahun 1986 ini punya trik sederhana, memulai dari diri sendiri, kemudian mengajak lingkungan sekitar.
“Jadi Bahasa Inggris, aku pakai selalu di kehidupan, ketika aku bilang maaf aku cenderung bilang sorry atau kalo aku bilang menurutku for me, my opinion. Aku tunjukkan juga kalo Bahasa Inggris dekat dengan kita seperti kata credit card, no smoking, dan sebagainya. Ketika aku ngobrol dengan orang yang niat belajar Bahasa Inggris, nanti mereka akan terpengaruhi, dan semangat untuk belajar Bahasa Inggris akan semakin besar, mereka akan mulai menggunakan Bahasa Inggris juga”
Perempuan yang mengidolakan Kang Armand Maulana dan Gigi ini juga berbagi pengalaman suka duka ketika menjadi pengajar Bahasa Inggris. “Sukanya ketika aku tidak bisa jawab pertanyaan dari mereka. Karena aku jadi termotivasi untuk belajar lagi dan sadar pengetahuan ku belum seberapa.”
Contohnya ketika ada murid Karlina yang bertanya “Miss, kenapa I study ya, bukan I am study” Walaupun Karlina tahu secara teori, namun ia berusaha menjawab dengan sederhana, agar mudah dimengerti. Ia pun menjawab karena tidak perlu TO BE (am) lagi, kecuali kata kerjanya berakhiran -ING atau berupa kalimat pasif.
Selain sibuk menjadi dosen di Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Gajah Mada, perempuan yang juga aktif sebagai aktivis Coin A Chance Jogjakarta ini, juga meluangkan waktunya seminggu satu kali, untuk live tweet mengajar Bahasa Inggris. Biasanya di Jumat Siang, dan buat kalian yang ingin tahu bisa di lihat di account @karlinakuning atau di hastag #easyenglish.
“Kalo ide itu basicnya aku cuma pingin berguna untuk diriku dan orang lain. Apa yang aku lakukan kuingin orang lain juga merasakan hal yang sama, hal yang positif tentu saja, bukan dampak tidak bagus atau negatif. Aku ngetwett awalnya useless banget. Dari situ aku mikir, orang – orang sering nanya Bahasa Inggris ke aku lewat mention, kenapa nggak aku jelasin ke semua. Kalau misal, Karin cuma nanya ke aku, aku jelasin ke Karin, Karin doang yang ngerti. Tapi kalo Karin tanya aku, pertanyaan Karin, aku jadiin topik, followers ku pun bisa ikut mengerti.”
Dalam hidup pasti selalu ada godaan, itulah yang dialami Karlina, ia ingin menjadi aktivis sosial, ingin jadi penyiar, ingin belajar bahasa jepang juga. Tapi ia paham karena pada intinya adalah be consistent. Ayo fokus mimpi dan tujuan saja. Perempuan yang juga pernah aktif di English Debating Society ini menggambarkan kesuksesan seperti ini “Do what your love, love what you do and people will love you, for what you do.”
Saat ini perempuan yang sedang menyelesaikan Strata Dua di Universitas Gajah Mada ini berbagi dua tips mudah belajar Bahasa Inggris. Pertama, untuk menambah vocabulary, tempel 10 kata Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Disebelah tempat tidur dan lemari. Contoh Cinta = love, See = melihat. Ketika bangun tidur dan mau tidur dibaca lalu dilafalkan. Kalau tiga hari 10 kata itu hafal, berarti satu bulan bisa 100 kata. Gunakan juga kata-kata itu untuk sehari-hari. Kedua, untuk percaya diri dalam conversation, biasanya aku diam tapi membatin dalam bahasa inggris. Contohnya ketika lihat dua orang, mereka ketemu, aku perhatiin aja. Dua orang itu belum tentu aku kenal. Yang A bilang “Hei dari mana?” Itu aku membatin pake Bahasa Inggris “Where have you been?” Lalu dijawab sama si B “Itu tadi dari warung” Aku ga tau ni apa ya warung, lalu aku cari di kamus. Nanti aku catet di 10 kata yang di tips pertama.” Sederhana kan?.