Kuliah di Yogyakarta »» Person

Hobi Ngetweet Jadi Manager Google Business Group

By Admin | Monday, April 30th, 2012n | in Person | 2804 Views

Kali ini studyinjogja menghadirkan sosok salah satu orang yang berpengaruh dalam ranah online di Indonesia yang tentunya dari Jogja. Kreativitasnya yang begitu tajam dan sepak terjangnya di dunia online membawanya menjadi sosok yang dipilih Google Indonesia menjadi Manager Google Business Group Yogyakarta. Pria yang juga founder talkshow via twitter pertama di dunia ini, berbagi wawasan dan pandangannya dengan kita.

 

Awalnya kenapa dan bagaimana Mas Pungkas tertarik di sosial media?

Karena kuliahnya di Jurusan Marketing Communications and Advertising, Jadinya ingin mencari tahu banyak tentang hal itu. Saat mencari tahu tentang advertising dan marketing komunikasi, jadi tahu kalau orang advertising itu gak boleh interesting tentang hal itu-itu aja, gak boleh punya kesukaan atau spesialisasi yang sama dengan orang. Akhirnya yang kupilih ingin mencari tahu tentang new media. New media itu tentang apapun yang tidak konvensional, makanya terus banyak eksplorasi. Misalnya di twitter aja saya gabungnya sudah cukup lama, waktu itu tahun 2008 dan pada saat daftar dan punya twitter pertama kali gak buat apa-apa, barulah kemudian pada saat pada tahun 2009 mulai booming lagi ya mulai lagi. Jadi awalnya karena kesukaan dan menentukan spesialisasinya di new media, lalu mencari tahu kemudian bisa membuat komunitas online, gerakan online bahkan perusahaan online hingga kebiasaan online.

Tantangan apa yang sampai sekarang belum bisa dipecahkan di dunia maya?

Di bidang sosial media itu kan tidak cuma twitter dan facebook, sosial media di dunia itu ada ratusan ribu di dunia, dalam satu negara, lokal saja paling tidak ada 10 sosial media. Dulu di Indonesia itu ada macem-macem, contohnya Koprol, Mindtalk, Kaskus, dan lain-lain. Dan bahkan sekarang viva news, detik itu pun bikin forum sendiri. Tantangan yang paling besar adalah industri ini tadinya channel kemudian menjadi tren baru sekaligus arena, ada banyak pihak yang menggunakan, ya jadi komersil. Pada saat social media menjadi industri akan ada pertukaran produk, penjualan produk. Jadi industrinya ini memang sedang berkembang. Menurutku industri ini seperti bayi yang baru lahir, gak ngerti apa-apa, gak ngerti jalan kemana, ya jadi kita ini adalah orang-orang yang akan membentuk industri ini. Jadi industri digital mau dibawa kemana ya tergantung kita-kita. Kalau kita mau melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh orang lain, bisa jadi kamu adalah orang pertama yang melakukan hal itu.

Seberapa besar sih kekuatan sosial media itu sekarang?

Indonesia itu pengguna facebook ketiga terbesar di dunia. Twitter kelima di dunia, tapi paling ramai dan berisik pertama se Asia. Jadi bayangkan dengan potensi seperti itu, kamu melakukan sesuatu di online, kamu gak cuma ngomong ke Jogja aja atau ke Jawa aja, tapi faktanya semua mata tertuju pada sosial media. Liat saja berita atau acara TV pasti ada twitternya orang. Contoh : Penanggung Jawab Produksi Wishnutama (@wishnutama). Jadi banyak orang yang menggunakan sosial media sebagai saluran utama, bukan saluran alternative lagi. Potensinya besar, kita harus manfaatkan, kita harus pintar-pintar dan harus cepat. Kalau pintar kamu bisa belajar deh, tapi kalau cepet, nah ini nih yang perlu dicari caranya.

Kalau kecenderungan orang Indonesia itu sebagai pengikut ya mas, ada social media baru langsung buru-buru.Pendapat mas Pungkas?

Menurutku itu bagus dan bener karena sekarang gini, sudah terbukti sebagai contoh Hari Van Jogja itu adalah tukang becak yang dapat konsumen banyak dari online, dan banyak kisah sukses online. Nah itu berarti sehat, berarti penggunaan internet sehat ini membawa keuntungan yang berlipat-lipat. Karena ini memang bagus, kamu ingin mendapat banyak dari sana, ya ayo masuk ke online, kemungkinannya gini : kamu mau punya perusahaan online bingung mulai darimana, ya mulailah dari ikut-ikutan, wah temenku bisa nih, nah kamu langsung coba dulu. Ini sama halnya ketika kita naik sepeda, wh temen ku bisa naik sepeda, kamu ikut-ikutan lalu coba-coba dulu, lalu kamu latihan dan kamu bisa. Begitu pun dengan perusahaan online, kamu ikut-ikutan, latihan dan bisa.

Bagaimana proses terbentunya Twitalk?

Awalnya ingin sekali membuat sesuatu yang baru di Indonesia, pasti berawal dari sesuatu, nah Twitalk itu berasal dari kebosanan. Jadi tahun 2010, waktu itu ada kebiasaan Follow Friday, bayangkan kalau temen Karin itu, hanya ada tiga, ada Pungkas dan Rizal, nah berarti yg di FF ya itu-itu terus, Pungkas FF Rizal, Rizal FF Karin, Karin FF Pungkas. Bayangkan kalau itu diulang-ulang seperti itu terus, otomatis itu gak berubah-ubah dan berkembang, padahal namanya sosial media itu tidak ada batasan. Kita bisa punya temen di Vietnam dan dimana-mana. Dari situ tumbuh motivasi, bagaimana caranya berteman dengan orang yang kita tidak kenal tapi punya ilmu, dan akhirnya kita punya jembatan ke sana, lalu bagaimana kita bisa ngobrol sama Fitri Tropika, Sarah Sechan, Hari van Jogja.. Nah aku sampaikan ide itu lewat twitter, akhirnya kita bikin sebuah acara, yaitu talkshow sederhana.

 

Kenapa memilih nama Twitalk?

Pertanyaan yang bagus ini. Aku ingin acara ini menarik, aku ingin itu semua ke masyarakat, namanya di sosial media, ide itu bisa datang darimana aja. Misal dari kita membaca, melihat, da dengan membaca tweet dari seseorang. Lalu aku kembalikan ke followers ku, terus enaknya kita namain apa ini? Kemudian kita voting, awalnya ada twiter interview, tweetview sama Twitalk. Twitalk ini dari ibu rumah tangga yang tiba-tiba ngetweet, akhirnya setelah di voting muncullah nama itu, jadi nama itu bukan dari Pungkas, tapi dari, oleh dan untuk masyarakat.

Bagaimana sih cara memilih tokoh untuk Twitalk?

Pada dasarnya, pengisi Twitalk itu punya pengalaman, dan punya cerita untuk dibagi. Jadi kalau diperhatiin di Twitalk, kita gak hanya mewawancara orang yang punya followers banyak. Jadi kami mencermati dengan membaca koran, melihat televisi, kita tahu orang ini, ya udah dialah yang akan kita lamar menjadi tokoh Twitalk.

Kedepannya Twitalk mau dibawa kemana mas?

Pada akhirnya Twitalk ini menjadi serius lama-lama, pernah kita punya pengalaman, besok kita libur ya? Tapi followers gak mau. Awalnya sih Twitalk itu dari account pungkas tapi mulai awal November 2010, baru buat account sendiri, yaitu @TwitalkID. Twitalk akan menjadi sosial media publisher, yaitu kita positioning nya kaya detik dan kompas, dan Twitalk itu punya regular show. Kita bekerja sama dengan komunitas, dengan perusahaan dengan brand, dengan LSM dan siapapun yang mau menyampaikan pesan ke masyarakat.

 

Ide kreatif itu kan banyak yang bilang muncul sendiri, menurut Mas Pungkas?

Ide kreatif itu muncul sendiri aku setuju, orang kreatif itu memang separuhnya seniman. Artinya memang ide itu tiba tiba muncul dan gak bisa ditanya darimana dan gak bisa di apa–apain selain dikembangkan. Tapi yang lebih penting, dari mana si ide itu bisa muncul? Salah satu caranya adalah dengan banyak membaca, banyak mencari tahu, banyak sharing. Jadi ide kreatif itu bukan kamu bangun tidur, lalu kemarinnya gak ngapa-ngapain dan kamu dapat ide. Itu gak mungkin. Ide kreatif itu dengan kamu ketemu banyak orang, dengan kamu melihat sesuatu, nonton film barulah kamu bisa mendapatkan ide kreatif. Jadi ide itu gak cuma semata – mata dateng. Nah jadi ide itu pasti dateng karena kamu terpengaruh sesuatu.

Apa arti kesuksesan bagi Mas Pungkas?

Kesuksesan itu adalah perasaan. Kemampuan untuk kamu mencipta, kenyaman untuk menjalankan yang kamu suka. Yang bisa menilai kesuksesan dari diriku ya orang lain. Yang pasti saat ini aku senang dengan profesiku, karena beda dari orang, dan ingin berkembang lebih baik.

Kebiasaan yang sering dilakukan? Ada kebiasaan buruk juga?

Ngetweet. Kalo konteksnya kreatif aku paling suka networking, ngobrol sama orang, story telling, sharing, ketemu banyak orang. Nah karena sekarang juga sering di online jadi cari tau tentang berita – berita di online. Dari sosial media tapi branding dari sosial media ya mencari tahu tentang sosial media itu. Aku memang sosmed banget tetapi gak hanya ngetweet lho, jadi gak cuma twitteran tapi kegiatan sosial media lain. Jadi gak harus aku ngetweet tiap hari, malah 2 hari nggak ngetweet itu gak papa, tapi aku bisa membaca updatean dari twitter atau aku bisa update applikasinya. Kebiasaan buruk ya males malesan aja dan menunda perkerjaan samapai death line. Ya karena di rumah itu ada Wi-FI, base campnya anak – anak.

Nah proses pencapaian sebagai Manager Google Business Group Jogja gimana mas?

Pencapainnya aku di tawarin karena mereka tahu dari Twitalk dan beberapa komunitas yang kubangun, seperti @marinyanyi. Mereka tahu Twitalk, dan aku dipilih mereka. Nah di dunia Indonesia itu adalah salah satu negara yang di percaya Google. Yang aku harapin dari sini adalah networking. Networking luas jadi praktisi sekarang tahu kemana mereka mesti bertanya dan mencari ilmu. Nah ada satu lagi yang sedang aku kembangin yaitu roundtable itu adalah  direktori komunitas, ya kaya Yellow Pages tapi versi komunitas..

Komentar tentang profesi baru yaitu manager Google Business Group gimana ni mas?

Hmm jadi gini, Google itu punya misi yang bagus yaitu para UKM Lokal di Indonesia terutama, salah satunya Jogja dan akhirnya saya di percaya untuk menjadi Manager Google Business Group (GBG). Yang kulakukan disini yaitu memberi sumber daya, bantuan, memberi konten, pengetahuan, wawasan terutama produk-produk Google. Tapi sebenarnya Google yang paling punya adalah kekuatan network. Nah di jabatan yang baru ini, aku ingin bertemu dengan para praktisi online siapapun gak mesti yang udah punya toko online, udah ahli atau udah senior tapi justru orang yang belum pernah online sama sekali tapi ingin membuka usaha online, atau baru punya toko online sebulan atau dua bulan. Nah aku pingin banget ketemu mereka dan GBG itu adalah sebuah komunitas praktisi online yang punya domain, punya kegiatan, punya toko atau berbisnis online terutama UKM. Rencananya akhir bulan ini diundang ke Singapura untuk  GBG Summit bersama founder/manager se Asia tenggara, untuk ngobrolin kita mau mengembangkan ini kemana.

Pungkas saat ini aktif sebagai freelance konsultan komunikasi, pembicara di seminar, disamping pekerjaan onlinenya. Untuk kamu yang ingin kenal lebih jauh dengan Pungkas dan mencari ilmu baru bisa mengontak Pungkas Riandika di @pungkas.