Cara Menghitung Break Even Point Untuk Usaha Kecil

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pengusaha pemula adalah tidak memprediksi secara detil faktor –faktor penting dalam berusaha seperti kapan balik modal, berapa perkiraan laba dan lain-lain. Jangan lupa faktor –faktor ini adalah hal penting sebagai dasar dalam menentukan keputusan investasi di usaha. Berikut adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membuka usaha menurut Irwan Santoso :

1. Menghitung-hitung berapa dana yang diperlukan untuk menyewa tempat usaha, membeli perabotan, mempekerjakan karyawan dan hal-hal lain

2. Membuat proyeksi :

a. berapa volume penjualan yang perlu diperoleh agar dapat minimal menutup seluruh biaya-biaya timbul. Ini dikenal dengan istilah Break Even Point (Biasa disingkat BEP) dimana seluruh biaya yang timbul sama dengan total penjualan yang diperoleh, sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun kerugian

b. berapa volume penjualan yang diperlukan agar kita dapat memperoleh laba yang kita targetkan

Untuk dapat membuat proyeksi tersebut tentunya kita perlu mengetahui bagaimana cara menghitung Break Even Point atau yang biasa disingkat BEP.

Dalam menyusun perhitungan BEP, kita perlu menentukan dulu 3 elemen dari rumus BEP yaitu :

1. Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, perabotan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali

2. Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 unit terjual, kita perlu membayar komisi salesman, biaya antar, biaya kantong plastic, biaya nota penjualan

3. Harga penjualan yaitu harga yang kita tentukan dijual kepada pembeli

Adapun rumus untuk menghitung Break Even Point ada 2 yaitu :

1. Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus dijual agar terjadi Break Even Point :

 

Total Fixed Cost

__________________________________

Harga jual per unit dikurangi variable cost

 

Contoh :

Fixed Cost suatu toko lampu : Rp.200,000,-

Variable cost    Rp.5,000 / unit

Harga jual   Rp. 10,000 / unit

 

Maka BEP per unitnya adalah

 

Rp.200,000

__________  =  40 units

 

10,000 – 5,000

 

Artinya perusahaan perlu menjual 40 unit lampu agar terjadi break even point. Pada pejualan unit ke 41, maka saat itu mulai memperoleh keuntungan

 

2. Rumus BEP untuk menghitung berapa uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP :

 

Total Fixed Cost

__________________________________   x  Harga jual / unit

Harga jual per unit dikurangi variable cost

 

Dengan menggunakan contoh soal sama seperti diatas maka uang penjualan yang harus diterima agar terjadi BEP adalah

 

Rp.200,000

__________  x Rp.10,000 = Rp.400,000,-

10,000 – 5,000

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>