Kuliah di Yogyakarta »» Person

An Nuur, Sukes Membangun Bisnis Penerbitan Di Umur 20 Tahun

By Admin | Monday, July 9th, 2012n | in Person | 1335 Views

Walau jasa penerbitan sudah lumayan banyak hadir di tengah kita, namun hal ini tidak membuat An Nuur Budi Utama putus semangat. Mahasiswa Teknik Industri UGM ini menganggap, membuka usaha seperti melihat fatamorgana. “Jadi digambaran kita, wah bisnis ini ni rame banget saingannya. Tetapi ketika kita masuk dan menjalaninya akan terasa tidak terlalu banyak. Karena bisa saja sama – sama penerbit tetapi beda fokus”

An Nuur memulai usaha penerbitan diawal tahun 2010, berawal dari kesulitannya mencari buku pendidikan atau pelajaran untuk kuliah, dari sini lah, dia mulai terpikir untuk membuat buku pendidikan. “Setelah terbesit pikiran itu, lalu saya pelajari di internet kalau mau buat buku pendidikan itu gimana caranya. Salah satunya dengan cara membuat penerbitan buku. Tanpa berpikir panjang, langsung saja Aan membuka penerbitan buku pendidikan.”

 

Dengan memanfaatkan teknologi internet, laki-laki kelahiran tahun 1990 ini, memulai usahanya dengan mengirim email atau mengunjungi milis dosen, disinilah dia menawarkan jasa penerbitan. Dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga ketika dibaca dalam 2 menit, target penulis langsung mengerti, dalam hitungan hari nanti akan ada balasan via telepon atau email. Bermodal sekitar 11 juta rupiah, berupa uang pinjaman dari orang tua, anak ke dua dari dua bersaudara ini memulai usaha penerbitannya dengan nama Dee Publish. Di usaha penerbitannya, dia menerapkan sistem mitra. Sistem mitra adalah menerbitkan buku, lalu dijual bersama-sama dan hasil dari penjualan itu kita bagi dua jadi bukan dengan sistem royalti.

Dalam menjalankan usaha Aan juga mengaku pernah berada pada titik jenuh tapi tidak terlalu lama. Hal ini karena kurang mengetahui tujuan membuka usaha, tapi setelah banyak merenung, dia bisa mendapatkan jawaban hingga bisa bangkit kembali. Setiap individu, pasti membutuhkan uang dalam kehidupan, begitu pula yang dirasa An Nuur. Menurutnya, uang ibarat pisau atau api, berguna untuk kehidupan jika kita memilikinya, namun kalau pun punya harus berhati-hati karena bisa mencelakai kita sendiri.

Untuk menjaga kesolitan tim, ada beberapa hal yang diterapkan yaitu reward and punishment. Reward adalah bonus. Bonus tidak harus uang tapi bisa juga fasilitas atau pelatihan. Kalo punishment bisa berbentuk uang atau fisik yang berhubungan dengan kesehatan, seperti push up, atau lari. Selain itu juga ada jaminan keamanan hidup karyawan seperti kebutuhan primer, kesehatan, pendidikan. Selain hal-hal itu, An Nuur juga mengadakan rapat mingguan untuk pengembangan diri, tidak hanya menanyakan pekerjaan atau mengevaluasi tetapi juga diberikan hal – hal seperti bagaimana managemen keuangan keluarga atau bagaimana cara menjaga kesehatan.

 

Salah satu pendiri Engineering Entrepreneurship Center Fakultas Teknik UGM, ini berbagi tips untuk yang ingin membuka usaha. Bukan ide yang selalu dicari tapi riset. Tentukan tema atau kategori bisnis yang mau di garap. Ada tema umum baru selanjutnya ke tema yang lebih khusus. Bukan hanya product yang di riset tapi juga kebutuhan pasar. Kalo sudah ada 1 product ya fokus jangan melihat ke hal lain lagi, lalu susun strategi seperti cara penjualannya. Jangan berpikir modal besar terlebih dulu. tapi bagaimana menciptakan pasar yang suka dengan produk kita terlebih dahulu. Kalo produk oke dipasaran, cari modal juga akan lebih mudah dan menyakinkan. Jangan lupakan eksekusi dalam usaha yang juga memegang peranan penting ya.

Study In Jogja : Karina Erika