10 Band TOP Asal Jogja

Ada yang memprediksi sekitar tahun 2004, band-band Jogja akan merajalela di pentas musik nasional. Memang sejak Sheila On 7 membooming di pentas nasional, Jogja seakan seperti gunung yang “meletuskan” banyak band-band yang sukses di nasional. Nah Study In Jogja merilis 10 band Jogja yang cukup sukses di pentas nasional bahkan hingga sekarang masih eksis… Ikuti yuk band mana saja yang menurut Study In Jogja memang oke banget.

 1. Sheila On 7

 

 Sheila On 7 bisa disebut sebagai band pembuka dari Jogja yang sukses di nasional. Ingatkah kita dengan judul lagunya Jadikan Aku Pacar mu, Dan, atau Kita? Nah awal grup ini berdiri pada 6 Mei 1996. Bersatulah lima anak muda, Duta (vokal) dari SMA N 4, Adam (bass) dari SMA N 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah 1, Sakti (gitar) dari SMA De Britto, dan Anton (drum) dari SMA BOPKRI 1.

Pada awal berdirinya grup ini bernama “sheila”. Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata “gank”, menjadi “Sheila Gank”. Namun karena masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila On 7”. “On 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si). Sebelum terbentuk dengan formasi yang sekarang yaitu Duta, Eross, Adam, dan Brian. Tahun 2004, Sheila harus berpisah dengan Anton (drummer) dikarenakan perbedaan visi. Kemudian Brian masuk sebagai additional player mengisi posisi drummer. Brian kemudian tampil bersama Sheila On 7 di berbagai tour untuk promo album “Pejantan Tangguh”. Kemudian pada tahun 2006, Sheila On 7 harus berpisah dengan Sakti SO7. Sakti mundur untuk belajar di Pakistan. Akhirnya SO7 mengangkat Brian menjadi drummer tetap Sheila On 7 hingga sekarang. Sheila On 7 hingga sekarang masih tetap dipuja dengan hits-hits baru mereka seperti Hari Bersamanya dan Pasti Ku Bisa.

 2. Jikustik

 

 Jikustik adalah nama grup musik yang terbentuk di Yogyakarta, 26 Februari 1996, dengan personel Pongki (vokal, gitar), Icha (bass, vokal), Dadi (gitar, vokal), Adhit (keyboard) dan carlo (drum). Nah nama awal Jikustik adalah G-coustic. Awal Jikustik merilis perjalanan dengan manggung di kafe-kafe, kemudian merillis album independent, berjudul Bulan di Djogja. Setelah perjalanan panjang Jikustik pun mulai dikenal masyarakat luas seperti lagunya Seribu Tahun. Dua tahun vakum, ditahun 2008 Jikustik kembali mengeluarkan album terbarunya. Album kesembilan ini diberi judul Malam. Yang sedikit berbeda, adalah keberanian Jikustik untuk memilih single Selamat Malam sebagai single utama. Selamat Malam menggunakan irama beat yang cukup cepat, mirip lagu dance. Tetapi hal ini malah membuat lagu ini sukses menjadi top chart di beberapa radio. Namun setelah 10 tahun lebih kebersamaan mereka terjalin, Pongki sang vokalis memutuskan vakum dari Jikustik. Akhirnya digantikan posisinya oleh Brian sejak tahun 2010. (Cek liputan SIJ tentang Brian Jikustik : http://studyinjogja.com/brian-jikustik-dari-festival-menyanyi-menggapai-mimpi ) Pada awal April 2011, Brian Prasetyoadi secara resmi telah menggantikan Pongki sebagai vokalis tetap Jikustik. Tak lama setelah itu, single ke-2 untuk album “Kembali Indah” dirilis. Lagu berjudul “pujaan hatiku” yang diciptakan oleh Adhit sang keyboardist itupun sempat merajai chart di radio-radio di penjuru tanah air.

3. Seventeen

 

 Seventeen berdiri atas prakarsa anak-anak SMA swasta di Yogyakarta, yaitu Yudhi, Herman, dan Andi Keinginan membentuk band secara serius, membuat mereka menggaet Bani, sepupu Yudhi. Pada tanggal 17 Januari 1999 Seventeen resmi berdiri. Satu tahun kemudian, Doni (vokal, gitar) bergabung. Album perdana mereka, bertajuk Bintang terpilih dirilis di bawah label Universal Music Indonesia 2003. Beberapa lagu merekapun menjadi soundtrack sinetron. Dua tahun berikutnya, seventeen sempat terkatung-katung, namun di tahun 2005, Seventeen berhasil rekaman lagi, Masalah baru menghinggapi Seventeen ketika sang vokalis, Doni, memutuskan mundur. Band ini sempat kelimpungan mencari penggantinya hingga mereka bertemu Ifan. Karakter vokalnya berbeda dengan Doni. Pada tahun 2008, Seventeen dengan Ifan sebagai vokalisnya kembali ke dunia musik Indonesia dengan album bertajuk Lelaki Hebat. Album yang mengangkat single Selalu Mengalah, Untuk Mencintaimu, Lelaki Hebat dan Jalan Terbaik ternyata sukses dan kembali melambungkan nama band ini.

4. Shaggy Dog

 

 Tidak banyak band yang bisa bertahan hingga belasan tahun, dan tetap memiliki kualitas musik dan perfoma yang berkharisma. Satu di antara band yang tetap konsisten dijalurnya adalah Shaggydog. Band yang memadukan beberapa unsur musik seperti, ska, reggae, jazz, swing dan rock n roll ini terbentuk di Sayidan, sebuah kampung dipinggir sungai di tengah kota Yogyakarta. Band yang beranggotakan Heru Wahyono, Richard Bernado, Raymondus Anton Bramantoro, Aloysius Oddisey Sanco, Lilik Sugiyarto dan Yustinus Satria Hendrawan ini dibentuk pada 1 Juni 1997.. Pada tahun 1999 album Shaggydog yang pertama diliris. Dengan label Doggy House (management Shaggydog), Nusantara, dari Jawa sampai ke Lombok,sampai-sampai mereka rela meninggalkan bangku kuliah. Dua tahun setelah itu, tepatnya tahun 2001, album kedua yang bertitel ‘BERSAMA’ diliris. Ini merupakan perjuangan yang berat bagi mereka, pasalnya untuk membiayai album ini, motor sang manajer mereka pun digadaikan. Sekelumit perjuangan mereka untuk eksis di blantika musik berbuah di tahun 2003. Pada acara New Year Party di UPN Yogyakarta, sekitar 20.000 doggiez (sebutan fans mereka) datang untuk berdansa, dan berpesta bersama. Seringkali Shaggydog berkesempatan tampil di luar negeri, di antaranya mereka ‘Live’ di Amsterdam dan beberapa kota di Eropa lainnya. Meski sudah melanglang buana hingga ke Amsterdam, mereka tidak pernah meninggalkan Sayidan sebagai tempat kelahiran. Di Sayidan pun mereka abadikan ke dalam lagu yang sampai sekarang masih sering dinyanyikan para remaja.

 

5. Captain Jack

 

 Captain jack adalah band indie yang berasal dari Jogja. Terbentuk di Yogyakarta 4 Desember 1999. Lewat sebuah penyatuan hati, emosi, pengalaman hidup

Dan keinginan yang menuntun 5 anak muda ke dalam dunia seni yang sarat akan kreativitas. Captain Jack mungkin cuma sebuah nama aneh, tapi nama ini dipilih sebagai sebuah tempat pulang dan menumpahkan segala emosi serta pikiran. Band yang satu ini sudah tidak aneh lagi di Jogja. Mereka selalu ditunggu fans-fansnya yang biasa dipanggil “jacker”. Para personil band ini terdiri dari Momo (vocal/gitar), Zuhdil (gitar), Novan (bass), Surya Ismeth (keyboard) dan Andi Babon (drum). Sempat vakum selama 3 tahun, Captain Jack kembali muncul dengan episode terbaru. Lewat lagu “Sempurna”, band ini sempat merajai track tangga lagu radio- radio di Yogyakarta, Pontianak dan beberapa kota lainnya, Nuansa lagu yang segar dengan beat-beat yang catchy. Dalam baluran nuansa rock yang kental membuat Musik Captain Jack lebih berwarna dan pantas untuk disimak. Mengenai tema-tema yang diangkat, captain jack berada pada jalur “perlawanan” yang menjadi ciri captain jack. Dengan lirik-lirik pedas seputar pergolakan batin yang Marah pada keadaan.

 Demikian 5 band Jogja yang cukup eksis hingga sekarang di pentas nasional. Study in Jogja masih akan membahas 5 band Jogja lagi yang tidak kalah bersaing di nasional. Kira-kira apa aja ya? Tunggu kelanjutannya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>